blog visitors

Tari Mappadendang !! ( Mappadendangka' Cikali ) => Budaya Pangkep (original Culture Of Pangkep)

Mappadendang  (“mpedd”) Budaya Pangkep


Assalamu alaikum....!

Halo cikali apa kareba ??, wah jumpa lagi nieh dengan blognya daeng ekky !

oke Cika' langsung saja, kali ini daeng ekky akan bahas satu dari sekian budaya Pangkep

"Tarian Mappadendang"  (“mpedd”)

images

Mappa dendang berarti harmonisasi bunyi atau ketukan,nah kenapa kemudian disebut mappadendang, itu di karenakan benturan atau suara ketukan antara kayu Penumbuk yang disebut Alu (Alu-alu) (alu)


selanjutnya kapan Mappadendang dilaksanakan atau diadakan  ??
sekedar informasi cikali mappadendang sebenarnya  bukan hanya dikenal di daerah Kalabbirang. Di sejumlah tempat yang penduduknya bergantung dari hasil usaha bertani umumnya mengenal ritual bercocok tanam. Mulai dari turun ke sawah, membajak "Appajeko" (apejko)

("Appajeko Tedong",membajak dengan kerbau)
Dan ketika panen tiba yang kita kenal dengan akkatto atau anynyangki, digelarlah katto boko, ritual panen raya yang biasanya diiringi dengan kelong pare. Setelah melalui rangkaian ritual itu barulah dilaksanakan Mapadendang. Di Makassar dan sekitarnya ritual ini dikenal dengan appadekko, yang berarti adengka ase lolo, kegiatan menumbuk padi muda. Appadekko dan Mappadendang konon memang berawal dari aktifitas ini.

"Ase ampatallasaki tau a "
”aes aPtlski tauw”

A"Ase Mappatuoi Tauwe"
“aes mp tuwoai tauew”

artinya : "Padilah yang membuat manusia atau orang-orang hidup,semboyan masyarakat pangkaje'ne kepulauan"

Namun sejak dicanagkannya intensifikasi pertanian 30 tahun lalu, beberapa aktivitas dan kegiatan budaya sekarang berkurang dan nyaris lenyap,itu karena sekarang modernisasi sudah melanda "pajjeko tedong" alias membajak dengan kerbau sekarang sudah tidak ada, anynyangki dan akkatto sekarang sudah tidak tradisional namun sudah menggunakan mesin, akibatnya budaya dan aktivitas masyarakat ikut berubah global,selanjutnya hilanglah budaya kita wahai saudaraku, nah sekarang tugas pemerintah dan generasi muda adalah bagaimana menghidupkan dan meregenerasi kembali budaya-budaya kita itu,sebab kalau bukan kita siapa lagi cika' ??

“pun etaai ket nai pea”
"Punna teai katte nai paeng"


“nko tnia aidi  aig pea”


"Nakko tania idi' iga Pae"

Kalau bukan kita siapa lagi ??


MARI HIDUPKAN BUDAYA KITA LAGI




Salam Budaya dari Daeng ekky 

Posted By : Muhammad Rezki rasyak







0 comments:

Post a Comment