blog visitors

Teori Biogenesis dan Percobaan Spalanzani (Teori Asal - usul makhluk hidup) =>The origin of Living theory

Teori Biogenesis dan Percobaan Spalanzani (Teori Asal - usul makhluk hidup)


Kali ini daeng akan bagikan mengenai sains alias science yaitu teori yang sangat mangundang decak kagum juga beragam pertanyaan mewarnainya,yaitu mengenai teori asal usul makhluk hidup untuk sub headernya saya akan cantumkan alias bahas mengenai Lazzaro Splanzani dan Fransisco Redi, untuk lebih jelasnya daeng akan bahas dibawah ini.....


1. Judul : Teori Bioginesis “Percobaan Fransisco Redi & Lazzaro Spallanzani”

2. Tujuan : 
Untuk membuktikan bahwa kuman tidak tumbuh dari kaldu daging yang steril melainkan pada kaldu daging yang terbuka atau terkontaminasi dengan udara.
Untuk membuktikan bahwa belatung yang tumbuh dari daging  karena adanya induk lalat yang hinggap dan bertelur sehingga  menghasilkan belatung di daging tersebut. 


3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Percobaan
Hari/tanggal : Rabu, 18 Januari 2012

4. Alat dan Bahan
1) Lazarro Spallanzani
  Gelas kimia
  Labu Elmeyer
  Corong 
  Air Kaldu Daging Ayam atau Daging Sapi
  Kapas 
  Plastisin 
  Karet gelang
  Plaster nama
2) Francesco Redi
  Tiga buah stoples
  Kain kasa
  Plastisin
  Daging

3) Landasan teori
1)    Lazarro Spallanzani
  Penelitian mengenai biogenesis juga dilakukan oleh oendeta berkebangsaan Italia, Lazarro spallanzani pada tahun 1765. Ia mencoba membuktikan bahwa mikroorganisme yang ditemukan oleh Leuwwenhoek tidak muncul dengan sendirinya. Lazarro spallanzani melakukan percobaan dengan dua buah kaldu yang berisi air kaldu nutrien yang dipanaskan. Labu pertama diisi air kaldu nutrien, yang dipanaskan hingga suhu mencapai 15oC dan dibiarkan terbuka. Labu kedua diisi air nutrien kemudian dipanaskan mendidih (100oC) dan disumbat dengan gabus. Sesudah itu kedua labu didinginkan dan didiamkan selama 1 minggu. Hasil percobaan ini adalah pada labu pertama air kaldu keruh dan pada labu kedua air kaldu tetap jernih, tidak berbau, dan tidak mengandung mikroorganisme. Tetapi, jika selanjutnya labu kedua dibiarkan terbuka maka setelah beberapa hari air kaldu menjadi keruh dan berbau.


Spallanzani juga menyangsinkan kebenaran paham abiogeensis. Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna.
Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba dari udara ke dalam air kaldu tersebut.
Pendukung paham Abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimen Lazzaro Spallanzani tersebut. Menurut mereka untuk terbentuknya mikroba (makhluk hidup) dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tersebut terjadilah generation spontanea.

2) Francesco Redi
  Pada tahun 1668, seorang dokter Italia yang bernama francesco Redi melakukan percobaan untuk menunjukkan bahwa ulat tidak muncul dari daging yang membusuk melainkan dari telur lalat. 
Pada percobaannya, Francesco Redi menggunakan 2 buah toples yang berisi daging. Toples pertama diisi daging dan ditutup dengan rapat. Toples kedua diisi dengan daging dan dibiarkan tebuka. Setelah didiamkan beberapa hari, daging pada toples pertama tidak mengandung ulat. Sebaliknya pada toples kedua dagingnya mengandung ulat. Dari percobaan tersebut francesco redi menyimpulkan bahwa ulat yang terdapat pada toples kedua berasal dari lalat. Lalat yang hinggap pada daging tersebut bertelur, dan telurnya tersimpan dalam daging tersebut kemudian menetas dan menjadi ulat atau belatung.

4) Langkah kerja
1) Lazarro Spallanzan
a. Siapkan alat dan bahan
b. Kemudian saring air kaldu sebanyak empat kali hingga jernih menggunakan corong yang di lapisi kapas.
c. Selanjutnya cuci labu elmeyer dengan air hangat hingga steril.
d. Kemudian , saringan terakhir di masukkan ke dalam dua labu elmeyer sebanyak 100 ml.
e. Setelah itu satu labu elmeyer di tutup dengan plastic dan di ikat dengan karet gelang kemudian di baluti plastisin dan satu labu elmeyer dibiarkan terbuka.


2) Francesco Redi
1. Siapkan  alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Pisah ketiga stoples dan berikan nama, seperti stoples I, II, dan III.
3. Potong daging menjadi tiga potong dengan ukuran yang sama yaitu 3cm x 3cm x 3cm.
4. Stoples I steril dari kuman, diisi sepotong daging dan ditutup dengan rapat sampai tidak terkontaminasi dengan udara. Kalau perlu memakai plastisin agar lebih rapat dan tidak ada bakteri, kuman, dll yang bisa masuk ke dalam stoples.
5. Stoples II diisi sepotong daging dan ditutup dengan kain kasa.
6. Stoples III diisi sepotong daging dan dibiarkan terbuka.
7. Simpan ketiga stoples itu di tempat teduh dan terbuka. Biarkan beberapa hari.
5) Hasil penelitian



6) Kesimpulan 
Bahwa makhluk hidup tidak berasal dari benda mati melainkan dari makhluk hidup itu sendiri.


Nah itu dia kawan yang sempat daeng ekky share kali ini semoga berguna yah......


nb : Jangan lupa leave comment yah...


Posted By : Muhammad Rezki rasyak

1 comments:

maisya ocom said...

Izin nimbapengetahuan

Post a Comment