blog visitors

Not just Dorm

Not just Dorm, mungkin itu kata yang paling tepat untuk tempat kediaman yang menjagaku selama di tingkat persiapan bersama, anda boleh berfikir semua yang disediakannya masih kurang atau berfikir semua fasilitasnya masih jauh dari kata yang anda sebut memadai, namun perlu diketahui dorm ini bukan sekedar dorm, dorm yang bisa membuat fikiran anda yang awalnya gundah saat melihat keadaannya menjadi bangga karena pernah bertempat didalamnya, tempat yang awalnya anda sangat remehkan menjadi sesuatu yang bisa anda banggakan.


Kehadirannya mungkin oleh sebagian orang dianggap bukan apa-apa, namun nyatanya magic yang dia punya merubah mindset anda seketika saat anda telah terhanyut didalamnya. Kendatipun anda mengkerutkan dahi diawal menjadi penghuninya,ada saatnya anda mengangkat tangan anda, melebarkan senyum anda bahkan membusungkan dada anda tanda bangga pernah menjadi keluarganya.


Awalnya sama, pastinya semua berfikir untuk apa asrama ini dibangun, didalamnya ada banyak orang suku lain juga yang bahasanya tidak dimengerti dan budayanya sangat jauh daripada budayaku. Gerilya bimbangpun datang, bagaimana akan mengatasi ini, padahal harus setahun berada ditempat ini. Di kamar sebelah ada orang papua, didepan  ada orang ambon, di samping kiri kanan,sunda dan jawa yang celotehannya selalu terdengar, ironis memang bagimana bisa bekerjasama dengan mereka,sedangkan bahasa saja belum bisa menyatu, gue,aku,abdi,aing,saya,beta dan kata lainnya masih sangat abadi dalam fikiran ini ketika awal aku didormy ini.



Setahap demi setahap, sedikit demi sedikit, bahkan secangkir demi secangkir kopi  kuhabiskan dengan mereka, chemistry dan ikatan mulai terbentuk,bahkan tidak jarang aku merasa mereka sudah menjadi keluargaku, risih dari bahasa tidak lagi sedtikpun terniang ditelingaku, logat jawa dan sunda bukan lagi gangguan aku untuk mengerti apa yang mereka katakana.Bahkan keberbedaan itu  menjadi sesuatu yang sangat menarik untukku untuk memahaminya, satu persatu bahasa aku mengerti meskipun tidak sefasih orang yang memiliki bahasa ibu itu, namun aku sudah cukup bangga karena ada berbagai bahasa yang bisa kudapat dari sini,bukan hanya akademis, ikatan dan kebersamaan tapi juga kemampuan sosialku meningkat, bagaimana harusnya aku bercakap dengan orang padang, bagaimana memahami bahasa papua,bercanda dengan orang jawa, sampai menyanyi lagu-lagu jawa aku geluti.


Hanyut dalam kebersamaan, larut dalam kegembiraan dalam satu keluarga ,satu asrama dan satu jabat tangan bersama mereka.Aneh memang awalnya bagaimana aku yang bersuku asli bugis Makassar bisa bahu membahu dengan mereka yang berlainan suku,namun justru itu yang menjadi sesuatu yang sangat spesial dan tidak mungkin bisa kudapatkan jika aku berada ditempat lain.
Satu persatu sudah mengenali karakter dan kebiasaan masing-masing dan satu per satu sudah bisa menghargai budaya masing-masing,

“kalau aku tertidur bangunin yah bro ! ”

“Kalau aku tidak faham ajari yah coy”

“Nanti belajar bareng yah, banyak yang aku belum faham”

“Bantuin aku yah, nilai UTS ku rendah nih”

“bagi film dong, bosen nih”

“Minta kopi dong bro”

Banyak kata-kata lagi yang bisa menggambarkan kebersamaan itu, banyak bahasa lagi yang bisa menyatakan betapa indahnya kebersamaan diasrama kami, yang tentunya semuanya tidak kutuangkan dalam artikel ini, karena kuyakin semua yang mebaca ini punya pengalaman masing-masing diasrama, atau bahkan dari rangkaian kalimat sederhana ini tertarik merasakan tempat spesial ini. Berangkat dari dunia kebodohan akhirnya mengantarkanku kedunia cerdas yang membuka mataku betapa beragam budaya Indonesia, dan betapa indahnya kebersamaan itu,tidak sia-sia IPB membuat tempat ini.


Beragam  tata laku ada didalamnya, beragam fakultas dan disiplin ilmu berbaur, menjadikan tempat ini juga sebagai ladang menmpa ilmu tidak hanya dalam disiplin ilmu yang saya tempuh, modal kebersamaan ini kelak yang akan menyatukan dan mempersatukan kita saat berada difakultas dengan keahlian masing -masing. Semuanya akan berujar sama saat bertemu,saling tegur sapa bahkan nantinya akan saling bercerita pengalaman saat diasrama tercinta.Buta betul-betul buta orang yang tidak bisa melihat indahnya kebersamaan ini, lebih buruk lagi yang tidak merasakan rasa persaudaraan selama ditempat indah ini.

Tidak akan cukup kata untuk menggambarkan asramaku ini, tidak ada satupun kanvas yang bisa memberi lukisan bagaimana indahnya persaudaraanku dan kawan-kawanku. Akhirnya Gue,Aku,Saya,Abdi,Aing, dan Beta bermetarmofosa menjadi kata kami, Kami semua yang tergabung dalam kebersamaan ini, kami semua yang terhubung dalam persaudaraan ini.


 Terimakasih IPB yang telah menyatukanku dengan kawan-kawan terbaik ini, kuharap semua orang bisa meraskan yang sama denganku.Trust me It’s really not just Dorm…..

0 comments:

Post a Comment